Kepada Yth
Manusia
Di Tahun 2012 dan 2013
Aku hidup di tahun
2050. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun. Aku
mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum
sangat sedikit air putih. Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang,
aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku, Aku teringat disaat aku
berumur 5 tahun semua sangat berbeda, masih banyak pohon di hutan dan tanaman
hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku
sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya.
Sekarang, kami harus
membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak
mineral. Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan.
Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa
menggunakan air. Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air
langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air
bisa digunakan untuk apa saja. Aku masih ingat seringkali ada pesan yang
mengatakan: “JANGAN MEMBUANG BUANG AIR” Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan
tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena
persediaannya yang tidak terbatas.
Sekarang, sungai,
danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali
kering. Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang
tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang
menjadi penyebab kematian nomor satu. Industri mengalami kelumpuhan, tingkat
pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan
segelas air minum per harinya. Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang
sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis. Sebelumnya, rekomendasi umum untuk
menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari.
Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari. Sejak air
menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung
dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah. Kami menggunakan
septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada
air.
Manusia di jaman kami
kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi;
ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan
ozon dan atmosfir bumi semakin habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia
20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun. Para ilmuwan telah melakukan
berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar.
Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau
membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan
intelegensi generasi mendatang. Morphology manusia mengalami perubahan… yang
menghasilkan/melahirkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi,
dan malformasi.
Pemerintah bahkan
membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari. [31.102
galon] Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari
“kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa
bertenaga surya yang menyuplai oksigen. Udara yang tersedia di dalam “kawasan
ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk
bernafas.Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun. Beberapa negara yang
masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini
dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang yang sangat
langka dan berharga, melebihi emas atau permata.
Disini ditempatku tidak
ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah
hujan asam.Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global
terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi. Kami sebelumnya telah
diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak
ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya
ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam
sekitar yang masih hijau. Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga,
asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang
kita mau.
Aku menceritakan
bagaimana sehatnya manusia pada masa itu. Dia bertanya: – Ayah ! Mengapa tidak
ada air lagi sekarang ? Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku. ..
Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari
generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan
secara serius pesan-pesan pelestarian… dan banyak orang lain juga !. Aku
berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada
seorangpun yang melakukan. Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima
akibatnya, Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan
lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai
titik akhir.
Aku berharap untuk bisa
kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan
terjadi… Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk
melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini.
"Kesadaran global
dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai
dari setiap orang. Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal
yang nyata dan terjadi di sekitar kita. Lakukan untuk anak dan keturunan mu
kelak”
ttd
manusia
masa depan