Pengeringan kayu adalah proses untuk mengeluarkan air yang terdapat di dalam kayu. Telah diutarakan di muka, bahwa kadar air kayu memberikan pengaruh yang sangat besar dalam pemakaian kayu. Untuk berbagai macam kegunaan dengan kondisi udara tertentu kayu memerlukan batas kandungan kadar air. Oleh karena itu masalah pengeringan merupakan factor yang penting pada kayu.
Pergerakan air di dalam kayu terjadi dari daerah berkelembapan tinggi ke daerah yang berkelembapan lebih rendah. Kayu akan mengering dan bagian luar ke dalam kayu. Dengan kata lain permukaan kayu lebih cepat mengering daripada bagian dalamnya.
Proses keluarnya air dalam proses pengeringan disebut proses evaporasi. Evaporasi akan terjadi bila kadar air di dalam kayu lebih besar dari kadar air keseimbangan (EMC). Selama proses pengeringan kayu berlangsung, yang terlebih dahulu keluar adalah air bebas yang terdapat dalam rongga sel. Setelah itu menyusul air yang terikat pada dinding-dinding sel. Keadaan titik air bebas telah habis keluar, tetapi air terikat masih dalam keadaan jenuh, dinamakan keadaan pada titik jenuh serat (FSP=Fiber Saturation Point). Perubahan kadar air yang dialami kayu pada keadaan di atas titik jenuh serat ini tidak mempengaruhi bentuk dan ukuran kayu. Tetapi segala perubahan bentuk dan ukuran kayu. Oleh sebab itu perubahan-perubahan kadar air di bawahtitik ini sangat mempengaruhi sifat-sifat fisik dan mekanik kayu.
Contoh kasus pengeringan kayu secara alami, misalnya Apabila sebuah pohon baru saja ditebang maka lubang dan dinding selnya masih banyak mengandung air. Pohon yang aru saja ditebag disebut “ Kayu Hijau “. Kayu yang masih demikian akan banyak mengadung resiko jika digunakan sebagai bahan bangunan untuk itu harus melalu jalur pengeringan untuk mengurangi kadar air hingga sesuai dengan yang dikehendaki yaitu antara 20 – 20%.bila lebih dari 20% resikonya akan mudah terserang jamur pelapuk.
Untuk memperoleh kayu yang bekualitas baik, pengeringan kayu mutlak diperlukan untuk tujuan :
1. Memperkecil kandungan air di dalam kayu
2. Mencegah serangan terhadap kayu oleh jamur dan serangga
3. Meningkatkan kekuatan kayu
4. Mempermudah pengerjaan
1. Memperkecil kandungan air di dalam kayu
2. Mencegah serangan terhadap kayu oleh jamur dan serangga
3. Meningkatkan kekuatan kayu
4. Mempermudah pengerjaan
Sifat beberapa jenis kayu pada pengeringan kayu alami di dalam proses pengeringan secara alami kayu memiliki jenis atau khas kayu yang berbeda – beda seperti yang akan di jelaskan di bawah ini.
Kayu Keruing
Kayu Keruing
Pada penengeringan udara luar, kayu keruing banyak mengalami kerusakan kare cepat mengeluarkan air. Karusakan terjadi pada bagian ujung kayu berupa retak – retak dan noda noda jamur. Kayu pengganjal untuk papan yang emmiliki ketebalan 2,5 cm sebaiknya tidak boleh lebih tebal dari 1m. kayu pengganjal dibiarkan menjorok beberapa sentimeter keluar.
Kayu Kempas
Kayu ini tergolong kayu yang sukar dikeringkan. Kayu ini baru bisa digunakan setelah diekringkan selama 5 bulan.
Kayu meranti dan sejenisnya
Kayu ini umumnya mudah dikeringkan dan sediit mengalami kerusakan pecah pada bagian ujungnya. Ketebalan kayu pengganjalnya dapat lebih tebal dari 4 cm
Kerugian Kualitas pada Pengeringan Alami
Kayu ini tergolong kayu yang sukar dikeringkan. Kayu ini baru bisa digunakan setelah diekringkan selama 5 bulan.
Kayu meranti dan sejenisnya
Kayu ini umumnya mudah dikeringkan dan sediit mengalami kerusakan pecah pada bagian ujungnya. Ketebalan kayu pengganjalnya dapat lebih tebal dari 4 cm
Kerugian Kualitas pada Pengeringan Alami
Gambar 1. Pengeringan kayu
secara alami
Gambar 1. Metode pengeringan kayu secara alami.
Gambar 1. Metode pengeringan kayu secara alami.
TUGAS INDIVIDU
PENGGERGAJIAN DAN PENGERJAAN KAYU
PENGERINGAN KAYU

OLEH :
ZULFIKAR TAUFIK
M111 09297
A
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar